|
Refleksi “8 Tahun Perjalanan Solidaritas Perempuan Bungoeng Jempa Aceh Bersama Komunitasnya” |
|
Monday, 09 January 2012 13:49 |
|
Pengakuan terhadap harkat dan martabat manusia merupakan titik tolak perjuangan perlindungan hak azasi manusia dan perwujudan masyarakat yang demokratis, adil, makmur, damai dan sejahtera. Penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia harus dilakukan secara terus-menerus, di manapun dan oleh siapa pun, tanpa membedakan latar belakang sosial, budaya, ekonomi, politik, dan biologis. Setiap bentuk pembatasan atas dasar kepentingan apa pun, baik oleh negara maupun kekuatan apa pun, harus dihindari. Sebab hal itu selain merusak kemanusian itu sendiri, juga akan menghancurkan kehidupan perempuan[1].
|
|
Read more...
|
|
|
Buruh Migran, CSO, dan Pemerintah Sepakat Ratifikasi Konvensi Migran 1990 Dilakukan Segera. |
|
Monday, 09 January 2012 13:56 |
|
Gaung Tuntutan Ratifikasi Konvensi PBB Tahun 1990 tentang Perlindungan Hak-hak Seluruh Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya (Konvensi Migran 1990) terus disuarakan oleh Masyarakat Sipil. Seruan pada pemerintah untuk segera meratifikasi Konvensi tersebut bahkan sudah bergulir sejak kemunculannya di tahun 1990. Sayangnya, hingga 21 tahun kemudian, Indonesia belum juga meratifikasi Konvensi Migran 1990
|
|
Read more...
|
|
Siaran Pers Bersama: HENTIKAN TAMBANG & PEMBANTAIAN DI BIMA, SBY-Budiono HARUS BERTANGGUNG JAWAB |
|
Tuesday, 27 December 2011 13:44 |
|
Tentara Nasional Indonesia dan Polisi lagi-lagi melakukan kekerasan dan pembantaian. Pada 24 Desember 2011, mereka menembaki warga yang tergabung dalam Front Rakyat Anti Tambang (FRAT) saat melakukan aksi damai sejak empat hari lalu di pelabuhan Sape. Mereka menolak hadirnya tambang emas PT. Sumber Mineral Nusantara (SMN). Pemerintah justru mengerahkan pasukan Brimob beserta perlengkapan anti huru hara, yang justru menembaki mereka pagi tadi. 3 orang meninggal, dan 9 lainnya kritis. Ini menandai puncak konflik antara pemerintah, perusahaan dan korporasi bekerjasama melawan warga negara sepanjang 2011.
|
|
Read more...
|
|
Pernyataan Solidaritas Perempuan “Refleksi Hari Migran Internasional 2011” |
|
Tuesday, 27 December 2011 13:38 |
|
Hentikan Kekerasan terhadap Buruh Migran Perempuan, Ratifikasi Konvensi Migran 1990, Sekarang!
21 tahun telah berlalu sejak lahirnya Konvensi PBB Tahun 1990 tentang Perlindungan Seluruh Hak-hak Buruh Migran dan Anggota Keluarganya (Konvensi Migran 1990). Hari ini, kita masih menyaksikan, berbagai kekerasan dan pelanggaran hak-hak Buruh Migran Perempuan terus terjadi. Buruh Migran Perempuan terus saja mengalami kerentanan, sejak mereka keluar dari rumah, menjalani tahap pra pemberangkatan, pada tahap penempatan, bahkan hingga tahap kepulangan.
|
|
Read more...
|
|
Pernyataan Sikap Solidaritas Perempuan “Negara Tutup Telinga akan Penolakan Perempuan atas Pengesahan RUU Pengadaan Tanah untuk Pembangunan” |
|
Monday, 19 December 2011 11:01 |
|
Pada hari Jum'at, 16 Desember 2011, Sidang Paripurna DPR-RI telah mengesahkan RUU Pengadaan Tanah untuk Pembangunan (RUU-PTuP) menjadi Undang-undang. RUU ini telah mendapatkan banyak kritik dan penolakan dari masyarakat sipil karena substansi RUU ini dinilai sarat dengan kepentingan asing dan lebih berpihak pada kepentingan investasi skala besar, dengan mengesampingkan situasi dan kondisi masyarakat Indonesia yang rentan terhadap konflik agraria.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 14 |